Pernahkah Anda merasa ragu atau bingung saat tiba waktunya membaca doa qunut dalam salat Subuh? Mungkin Anda bertanya-tanya, “Bagaimana posisi tangan yang benar?”, “Haruskah saya mengaminkannya jika jadi makmum?”, atau “Apakah bacaannya sama saat salat sendiri dan berjamaah?”. Jika ya, Anda berada di tempat yang tepat!
Ketidakpastian ini wajar, dan banyak dari kita pernah merasakannya. Doa qunut memang memiliki kekhasan tersendiri dalam pelaksanaannya. Namun, jangan khawatir. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap dan praktis Anda untuk memahami cara membaca doa qunut subuh (sendiri/berjamaah) dengan benar dan penuh keyakinan.
Kami akan membahas seluk-beluknya, mulai dari lafaz doa, posisi, hingga perbedaan praktik antara salat sendiri dan berjamaah. Tujuannya agar Anda tidak hanya tahu caranya, tetapi juga mengerti maknanya dan merasa tenang saat melaksanakannya.
Memahami Kedudukan Doa Qunut dalam Salat Subuh
Sebelum kita menyelami detail teknisnya, mari kita pahami dulu apa itu doa qunut. Qunut secara bahasa berarti “patuh”, “berdiri lama”, atau “doa”. Dalam konteks salat, doa qunut adalah doa khusus yang dibaca pada rakaat kedua salat Subuh setelah bangkit dari rukuk (iktidal).
Tradisi membaca doa qunut pada salat Subuh ini banyak diamalkan oleh mazhab Syafi’i dan sebagian mazhab lainnya. Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukumnya, mayoritas yang mengamalkan menganggapnya sebagai sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.
Jadi, ketika Anda mempelajari cara membaca doa qunut subuh (sendiri/berjamaah), Anda sedang menghidupkan salah satu sunnah yang mulia dan penuh kebaikan.
Lafaz Doa Qunut yang Shahih (Teks Arab, Latin, Terjemah)
Inti dari membaca doa qunut tentu saja adalah lafaz doanya itu sendiri. Menghafal dan memahami maknanya akan membuat doa Anda lebih khusyuk dan bermakna. Berikut adalah lafaz doa qunut yang umum diamalkan:
Teks Arab:
-
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
-
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
-
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
-
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
-
وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ
-
فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ
-
وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
-
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
-
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
-
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
-
اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
-
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Teks Latin:
-
Allâhummahdinî fî man hadait
-
wa ‘âfinî fî man ‘âfait
-
wa tawallanî fî man tawallait
-
wa bâriklî fî mâ a‘thait
-
wa qinî syarra mâ qadlait
-
fa innaka taqdlî wa lâ yuqdlâ ‘alaik
-
wa innahû lâ yadzillu man wâlair
-
wa lâ ya‘izzu man ‘âdait
-
tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait
-
falakal hamdu ‘alâ mâ qadlait
-
astaghfiruka wa atûbu ilaik
-
wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
Terjemah Arti:
-
“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk.
-
Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan.
-
Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin.
-
Berilah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang telah Engkau berikan.
-
Lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.
-
Sesungguhnya Engkau-lah yang memutuskan, dan tidak ada yang dapat memutuskan atas-Mu.
-
Sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau pimpin.
-
Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.
-
Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.
-
Bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau putuskan.
-
Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.
-
Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Nabi yang ummi, dan kepada keluarga serta para sahabatnya.”
Posisi Tangan dan Gerakan saat Doa Qunut
Salah satu aspek penting dalam cara membaca doa qunut subuh (sendiri/berjamaah) adalah posisi tangan. Setelah Anda bangkit dari rukuk dan berdiri tegak (iktidal) di rakaat kedua, barulah doa qunut dibaca.
Posisi Tangan yang Disunnahkan:
-
Angkatlah kedua tangan Anda seperti ketika berdoa pada umumnya, setinggi dada, dengan telapak tangan menghadap ke atas.
-
Pandangan mata sebaiknya tetap fokus ke tempat sujud, menjaga kekhusyukan salat.
Tidak perlu menengok ke atas atau ke samping.
Kapan Doa Qunut Dimulai dan Diakhiri:
-
Doa qunut dimulai tepat setelah kalimat “Rabbana walakal hamdu” selesai diucapkan pada posisi iktidal.
-
Doa ini berakhir sebelum Anda melakukan sujud pertama di rakaat kedua.
-
Setelah selesai membaca doa qunut, turunkan kembali tangan Anda ke posisi semula (bersedekap atau lepas sesuai mazhab Anda) atau langsung takbir untuk sujud.
Praktik mengangkat tangan ini adalah bagian dari adab berdoa dan menunjukkan kerendahan hati kita di hadapan Allah SWT.
Cara Membaca Doa Qunut Saat Salat Sendiri (Munfarid)
Ketika Anda salat Subuh sendiri (munfarid), cara membaca doa qunut subuh menjadi lebih sederhana. Anda memiliki kendali penuh atas tempo dan kelantangan suara Anda.
Langkah-langkah Praktis:
-
Setelah bangkit dari rukuk dan mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu”, berdirilah tegak (iktidal).
-
Angkat kedua tangan Anda setinggi dada, telapak tangan menghadap ke atas.
-
Bacalah seluruh lafaz doa qunut yang telah disebutkan di atas, dari awal hingga akhir.
-
Anda bisa membacanya dengan suara pelan yang hanya terdengar oleh diri sendiri (sirr) atau agak keras (jahr) sedikit, sesuai kenyamanan Anda.
Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan penghayatan makna doa tersebut.
-
Setelah selesai membaca doa qunut, turunkan tangan Anda dan segera takbir untuk sujud (Allahu Akbar), melanjutkan gerakan salat seperti biasa.
Bayangkan Anda sedang berbicara langsung kepada Allah, menyampaikan permohonan dan pujian. Ini akan membantu Anda merasakan kedekatan yang lebih dalam.
Cara Membaca Doa Qunut Saat Salat Berjamaah (Imam & Makmum)
Berbeda dengan salat sendiri, cara membaca doa qunut subuh (berjamaah) memiliki sedikit perbedaan peran antara imam dan makmum. Ini penting agar salat berjamaah tetap sah dan harmonis.
Peran Sebagai Imam:
-
Setelah bangkit dari rukuk dan mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu”, Imam mengangkat kedua tangannya seperti posisi berdoa.
-
Imam membaca doa qunut dengan suara jelas dan lantang (jahr), agar makmum dapat mendengar dan mengaminkan.
-
Pada setiap akhir potongan kalimat doa qunut yang berbentuk permohonan, seperti “Allâhummahdinî fî man hadait”, imam berhenti sejenak untuk memberi kesempatan makmum mengaminkan.
Contohnya, setelah “Allâhummahdinî fî man hadait”, imam jeda sebentar, lalu melanjutkan “wa ‘âfinî fî man ‘âfait”, dan seterusnya.
-
Di bagian akhir doa qunut (setelah “falakal hamdu ‘alâ mâ qadlait” hingga salam), imam tetap membacanya dengan jelas.
-
Setelah selesai, imam menurunkan tangan dan langsung takbir untuk sujud.
Peran Sebagai Makmum:
-
Ketika imam bangkit dari rukuk dan membaca “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu”, makmum juga mengikuti.
-
Ketika imam mulai membaca doa qunut, makmum juga mengangkat kedua tangannya seperti berdoa.
-
Makmum tidak ikut membaca lafaz doa qunut secara bersamaan dengan imam.
Peran makmum adalah MENGAMINIKAN setiap permohonan imam. Ucapkan “Aamiin” setelah imam selesai satu kalimat permohonan.
Misalnya, setelah imam membaca “Allâhummahdinî fî man hadait”, makmum mengucapkan “Aamiin”.
-
Namun, di bagian akhir doa qunut yang berisi puji-pujian dan shalawat (mulai dari “falakal hamdu ‘alâ mâ qadlait” hingga akhir), makmum disunnahkan untuk ikut membaca dalam hati, tanpa mengaminkan lagi.
-
Setelah imam selesai dan menurunkan tangan, makmum juga menurunkan tangan dan bersiap mengikuti gerakan sujud imam.
Skenario ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara imam dan makmum dalam salat berjamaah untuk menjaga kesempurnaan ibadah.
Hukum dan Pandangan Ulama Seputar Doa Qunut
Pembahasan tentang cara membaca doa qunut subuh (sendiri/berjamaah) tidak lengkap tanpa menyinggung sedikit mengenai hukum dan pandangan ulama.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, mazhab Syafi’i menganggap qunut pada salat Subuh sebagai sunnah muakkadah.
Artinya, sangat dianjurkan dan mendapatkan pahala jika dikerjakan, tetapi tidak membatalkan salat jika ditinggalkan (baik sengaja maupun lupa).
Jika lupa, disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi (sujud lupa) sebelum salam.
Sementara itu, sebagian mazhab lain seperti Hanafi, Maliki, dan Hanbali memiliki pandangan yang berbeda. Ada yang tidak mensyariatkan qunut Subuh secara rutin, atau hanya melakukannya saat ada musibah (qunut nazilah).
Perbedaan pandangan ini adalah rahmat dalam Islam. Penting bagi kita untuk saling menghormati dan berpegang teguh pada apa yang kita yakini berdasarkan ilmu yang shahih.
Tips Praktis Menerapkan Cara Membaca Doa Qunut Subuh (Sendiri/Berjamaah)
Agar Anda semakin percaya diri dan lancar dalam mengamalkan doa qunut, berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:
-
Hafalkan Maknanya, Bukan Hanya Lafaznya:
Memahami arti setiap kalimat akan membuat doa qunut lebih meresap ke dalam hati. Ini membantu meningkatkan kekhusyukan Anda.
-
Mulai dengan Latin, Lanjutkan ke Arab:
Jika Anda belum lancar membaca huruf Arab, mulailah dengan lafaz latin. Secara bertahap, coba beralih ke teks Arab. Banyak aplikasi Al-Qur’an dan doa menyediakan fitur ini.
-
Latihan Berulang:
Tidak ada yang instan. Luangkan waktu khusus setelah salat atau di waktu senggang untuk membaca doa qunut berulang kali.
Semakin sering Anda berlatih, semakin lancar dan hafal Anda akan menjadi.
-
Jangan Ragu Melihat Teks Awalnya:
Saat berlatih salat sendiri, tidak masalah jika Anda meletakkan selembar kertas berisi teks doa qunut di depan Anda. Ini adalah cara yang baik untuk memperkuat hafalan.
-
Perhatikan Intonasi dan Tajwid:
Jika sudah hafal, coba perhatikan pelafalan huruf dan intonasinya. Mintalah bantuan teman yang lebih fasih atau dengarkan rekaman dari qari terkemuka.
-
Amalkan Sujud Sahwi Jika Lupa:
Jika suatu saat Anda lupa membaca doa qunut (terutama saat salat sendiri), jangan panik. Cukup lakukan sujud sahwi dua kali sebelum salam untuk menambal kekurangan tersebut.
-
Fokus pada Kekhusyukan:
Baik saat salat sendiri maupun berjamaah, usahakan hati dan pikiran Anda hadir sepenuhnya. Doa qunut adalah momen istimewa untuk memohon kepada Allah.
FAQ Seputar Cara Membaca Doa Qunut Subuh (Sendiri/Berjamaah)
Ada beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait doa qunut. Kami akan menjawabnya secara ringkas dan lugas.
Apakah doa qunut wajib hukumnya?
Tidak wajib. Menurut mazhab Syafi’i yang banyak diamalkan di Indonesia, doa qunut adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Meninggalkannya tidak membatalkan salat, tetapi disunnahkan sujud sahwi jika lupa.
Bagaimana jika saya lupa membaca doa qunut saat salat sendiri?
Jika Anda lupa membaca doa qunut, Anda tidak perlu mengulang salat. Cukup lakukan sujud sahwi sebanyak dua kali sebelum salam untuk mengganti kelalaian tersebut.
Bolehkah makmum ikut membaca doa qunut bersama imam?
Tidak disunnahkan. Ketika imam membaca doa qunut, makmum disunnahkan untuk diam mendengarkan dan mengaminkan setiap permohonan yang diucapkan imam. Makmum hanya ikut membaca bagian puji-pujian dan shalawat di akhir dalam hati.
Apakah ada doa qunut yang berbeda untuk wanita?
Tidak ada perbedaan lafaz doa qunut antara laki-laki dan wanita. Lafaz yang digunakan adalah sama persis.
Apakah doa qunut hanya untuk salat Subuh?
Umumnya di Indonesia yang mengikuti mazhab Syafi’i, qunut yang rutin diamalkan adalah pada salat Subuh. Namun, ada juga qunut nazilah (qunut yang dibaca saat terjadi musibah besar) yang bisa dibaca pada salat fardhu lainnya, serta qunut witir yang kadang dibaca pada salat witir di pertengahan atau akhir Ramadhan.
Bagaimana jika makmum tidak hafal doa qunut?
Tidak masalah. Tugas makmum adalah mengangkat tangan dan mengaminkan doa imam. Meskipun tidak hafal lafaznya, dengan mengaminkan, makmum tetap mendapatkan kebaikan dari doa tersebut.
Kesimpulan
Membaca doa qunut subuh, baik sendiri maupun berjamaah, adalah praktik ibadah yang indah dan penuh berkah. Dengan memahami lafaz, posisi tangan, serta perbedaan peran antara imam dan makmum, Anda kini bisa melaksanakannya dengan lebih percaya diri dan khusyuk.
Ingatlah bahwa tujuan utama ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jangan biarkan keraguan menghalangi Anda untuk menghidupkan sunnah ini.
Kini, setelah memahami cara membaca doa qunut subuh (sendiri/berjamaah) secara mendalam, saatnya untuk mengaplikasikannya dalam salat Subuh Anda.
Mulai hari ini, rasakan ketenangan dan keyakinan dalam setiap gerakan dan lafaz doa Anda. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita.